Simalungun,PINDO
Rekonstruksi Jalan Beton Efektif Sepanjang 517 meter sumber dana APBD Kabupaten Simalungun TA.2025 yang dikerjakan CV.JULIA.N jalan
Veteran Dan Pembangunan Saribu Dolok,Kecamatan Silima Kuta,Kabupaten Simalungun-Sumut diduga kuat asal jadi.
Kondisi dilapangan baru hitungan bulan dikerjakan ditemui fisik pekerjaan mengalami kerusakan (retak) pada badan jalan yang ditakutkan akan mengalami patahan pada struktur beton selebar 4,5 meter tersebut.
Diketahui, pekerjaan dengan nomor kontrak 600.1.8/15/PPK-WIL-lll/2025 waktu pelaksanaan selama 90 hari mulai dari tanggal 02 juli 2025 hingga selesai.
Pekerjaan yang menurut aturan merupakan pekerjaan yang melalui mekanisme lelang, dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender CV.JULIA.N Rekonstruksi dengan harga pekerjaaan kontrak senilai Rp.997.943.300,63
Salah satu warga sekitar yang namanya tidak ingin dituliskan mengeluhkan pekerjaan yang dilakukan oknum kontraktor melalui pekerjanya yang diduga kuat asal jadi, sehingga warga menduga fisik jalan beton efektif itu tidak akan bertahan lama.
Kekecewaan warga bertambah, setelah pengendara yang melintasi jalan yang menampakkan kondisi badan jalan mengalami keretakan.
“Kami tidak puas dengan hasil pekerjaan ini, kerjaannya enggak rapi, Padahal baru dibangun, pasti enggak lama akan rusak lagi. Jadi percuma dibangun, malah hasilnya seperti ini,” keluhnya, saat diwawancarai dilokasi pengerjaan, Sabtu 30 Agustus( 2025).
Ditambah lagi, mobilitas mobil angkutan seperti truk pengangkut hasil bumi dan bahan bangunan dengan beban gandar yang dirasa akan memberikan tekanan lebih pada beton efektif dimaksud.
“Kalau gantung begitu jalan (beton efektif) dilindas mobil truk ya bisa-bisa patah,retak dan pecah, harusnya kan dipadati dulu lantai jalannya,” ucapnya.
Pekerjaan yang berada di jalan veteran dan pembangunan Kelurahan Saribu Dolok ini diharapkan mutu pekerjaan bisa lebih maksimal, namun kenyataan di lapangan tidak seperti yang diharapkan oleh masyarakat.
Warga lainnya juga meminta pihak pemborong dan dinas terkait untuk meninjau ulang pekerjaan beton efektif yang dinilai mengecewakan.
“Proyek hampir 1 miliar, tapi kok hasilnya begini,Bisa dibilang kurang layak lah bang,kita minta tolong dinas terkait meninjau proyek tersebut ke lokasi agar segera diperbaiki,katanya.
Lemahnya pengawasan oleh konsultan dan pihak dinas terkait selama proses pekerjaan berlangsung diduga kuat menjadi faktor utama oknum kontraktor bekerja secara leluasa untuk mengurangi volume dan mutu beton.
Sebab, kondisi struktur beton efektif yang ada dilapangan banyak mengalami retakan diberbagai titik lokasi.
**R.girsang